KABARPAPUA.CO, Kota Jayapura – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua melakukan sosialisasi edukasi publik terkait persiapan daerah menghadapi peluang dan tantangan peningkatan daya saing usaha kecil menengah (UKM) dalam Implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 dan pasca MEA (2025). “Untuk itu dalam rangka menghadapi MEA dan pasca MEA, tak harus menjadi yang tertinggal, akan tetapi menciptakan inovasi dari produk-produk tertentu serta dengan cara pengelolaan yang baik,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Provinsi Papua, Elia Loupatty saat membuka kegiatan yang dihadiri 60 orang bina usaha, Selasa, 7 November 2017. Baca Juga > BPJS Kesehatan Sosialisasi Kebijakan Barunya ke Korpri di Papua Dengan adanya kegiatan ini, kata Elia, diharapkan nantinya dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebijakan ekonomi dan fungsional dalam menghadapi MEA, yang pada akhir akan mempengaruhi perekonomian yang ada di Indonesia dan khususnya di Papua.

Selain itu, kata Elia, meningkatkan pemahaman pelaku usaha dan pemangku kepentingan dan stakeholder maupun akademisi terkait MEA yang sudah berlaku pada tahun 2015 lalu. “Diharapkan akan mampu menangkap peluang pasar Asean bagi pelaku usaha yang mampu menyiapkan sumber daya yang siap bersaing di pasar Asean, serta menciptakan pemikiran yang positif dalam MEA dan pasca MEA 2025,” jelasnya. Baca Juga > Perppu Ormas, Barisan Merah Putih Papua: KNPB Juga Harus Dibubarkan Untuk di Papua sendiri, kata Elia, ada banyak yang spesial, misalnya pada umbi – umbian yang masih sederhana dan ini peranan juga dari instansi terkait dan para pengusaha sendiri untuk meningkatkan kualitasnya, dengan harapan pada tingkat tertentu mulai dari bawah ke atas. “Sehingga jika soal rasa sudah hebat tentu saja kita harus promosi di tingkat paling atas dan dengan kehadiran tamu yang silir berganti hadir di Papua sudah bisa mempublikasikan ke luar Papua secara langsung dari mulut ke mulut,” kata Elia.