JAYAPURA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua mulai tahun ini bakal mendorong dan memacu peningkatan hasil produksi komoditas kopi, buah merah dan ikan, guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal demikian ditegaskan Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Elsye Pakade kepada awak media, Sabtu (9/1) kemarin, di Jayapura.
Upaya memacu produksi tiga komoditi tersebut, merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Papua Lukas Enembe, sebagaimana program Gerakan Bangkit Mandiri dan Sejahtera Harapan Seluruh Rakyat Papua yang disingkat Gerbang Mas Hasrat Papua.
“Untuk tahun lalu produksinya ada hanya memang masih skala kecil dan belum fokus. Sebab itu pada tahun ini bapak Gubernur menginstruksikan kami sehingga kita memberikan perhatian (untuk dorong peningkatan produksi tiga komoditi itu),” jelasnya.Untuk hasil laut ikan Disperindah Papua berencana mengembangkan di wilayah adat Saireri. Sementara komoditi kopi dan buah akan diarahkan ke Lapago dan Mepago. “Kemungkinan untuk sementara ini difokuskan dulu di daerah Dogiyai dan Tolikara. Nanti di tahun berikutnya secara bertahap menjangkau seluruh wilayah yang memiliki potensi serupa. Hanya untuk tahun ini dua kabupaten itu,” tutur dia.
Sementara disinggung mengenai pembangunan pabrik pengalengan ikan di Papua, Elsye mengatakan prosesnya masih pada penelitian dan survey awal sebab untuk mewujudkannya mesti ada koordinasi dengan berbagai sektor terkait.
“Ada banyak hal yang pasti akan dibahas sebab untuk membangun pabrik pasti harus ada studi dan lainnya. Tapi saat ini saya katakan prosesnya masih pada survey awal, sehingga belum dapat dipastikan kapan akan dibangun. Kita tunggu saja ini masih berproses, harapannya bisa segera direalisasikan, sehingga industri dapat benar-benar bertumbuh di negeri ini,” harap dia.
Sebelumnya, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan rakyat Sekda Papua Elia Loupatty menyatakan pihak pemerintah provinsi tengah berupaya menjadikan “bumi cenderawasih” sebagai kota industri.
Meski sadar hal itu cukup sulit untuk dilakukan, pihaknya menghimbau seluruh SKPD bekerja keras untuk dapat mewujudkannya. Elia juga menghimbau pemerintah kabupaten dan masyarakat dapat membangun mewujudkannya. “Sebab hal ini menjadi tugas dan kewajiban kita bersama untuk dapat mewujudkannya,” tutup di.JAYAPURA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua mulai tahun ini bakal mendorong dan memacu peningkatan hasil produksi komoditi kopi, buah merah dan ikan, guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Hal demikian ditegaskan Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Elsye Pakade kepada awak media, Sabtu (9/1) kemarin, di Jayapura.
Upaya memacu produksi tiga komoditi tersebut, merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Papua Lukas Enembe, sebagaimana program Gerakan Bangkit Mandiri dan Sejahtera Harapan Seluruh Rakyat Papua yang disingkat Gerbang Mas Hasrat Papua.
“Untuk tahun lalu produksinya ada hanya memang masih skala kecil dan belum fokus. Sebab itu pada tahun ini bapak Gubernur menginstruksikan kami sehingga kita memberikan perhatian (untuk dorong peningkatan produksi tiga komoditi itu),” jelasnya.
Untuk hasil laut ikan Disperindah Papua berencana mengembangkan di wilayah adat Saireri. Sementara komoditi kopi dan buah akan diarahkan ke Lapago dan Mepago. 
“Kemungkinan untuk sementara ini difokuskan dulu di daerah Dogiyai dan Tolikara. Nanti di tahun berikutnya secara bertahap menjangkau seluruh wilayah yang memiliki potensi serupa. Hanya untuk tahun ini dua kabupaten itu,” tutur dia.
Sementara disinggung mengenai pembangunan pabrik pengalengan ikan di Papua, Elsye mengatakan prosesnya masih pada penelitian dan survey awal sebab untuk mewujudkannya mesti ada koordinasi dengan berbagai sektor terkait.
“Ada banyak hal yang pasti akan dibahas sebab untuk membangun pabrik pasti harus ada studi dan lainnya. Tapi saat ini saya katakan prosesnya masih pada survey awal, sehingga belum dapat dipastikan kapan akan dibangun. Kita tunggu saja ini masih berproses, harapannya bisa segera direalisasi sehingga industri dapat benar-benar bertumbuh di negeri ini,” harap dia.
Sebelumnya, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan rakyat Sekda Papua Elia Loupatty menyatakan pihak pemerintah provinsi tengah berupaya menjadikan “bumi cenderawasih” sebagai kota industri.
Meski sadar hal itu cukup sulit untuk dilakukan, pihaknya menghimbau seluruh SKPD bekerja keras untuk dapat mewujudkannya. Elia juga menghimbau pemerintah kabupaten dan masyarakat dapat membangun mewujudkannya. “Sebab hal ini menjadi tugas dan kewajiban kita bersama untuk dapat mewujudkannya,” tutup dia.